Lokasi, lebar muka, parkir, sertifikat HGB, dan skema kredit — hal yang perlu dihitung sebelum membeli ruko di Kalsel.
Ruko (rumah toko) menarik karena bisa dipakai usaha sekaligus menjadi aset yang disewakan. Namun nilai ruko sangat ditentukan oleh lokasinya — ruko yang sepi pengunjung bisa sulit disewakan bertahun-tahun. Berikut hal yang perlu Anda cek.
1. Tentukan tujuan dulu
- Dipakai sendiri: utamakan kecocokan lokasi dengan pelanggan usaha Anda.
- Disewakan: utamakan kawasan yang permintaan sewanya terbukti — tanyakan harga sewa ruko di sekitarnya.
- Gabungan: lantai bawah untuk usaha, lantai atas untuk gudang atau tempat tinggal.
2. Cek lokasi secara langsung
- Kepadatan lalu lintas dan pejalan kaki di jam ramai; apakah kendaraan mudah berhenti?
- Visibilitas dari jalan dan arah arus kendaraan.
- Lebar muka bangunan dan ketersediaan parkir — pelanggan enggan mampir jika sulit parkir.
- Riwayat genangan saat hujan, terutama di kawasan rawa dan dekat sungai.
- Tingkat hunian ruko di sekitarnya: banyak yang kosong bisa menjadi tanda peringatan.
3. Legalitas dan peruntukan
- Sertifikat: ruko umumnya bersertifikat SHGB. Cek sisa masa berlakunya dan biaya perpanjangan.
- PBG dengan fungsi usaha/campuran, sesuai rencana tata ruang (zona perdagangan dan jasa).
- Untuk usaha tertentu (klinik, apotek, rumah makan), pastikan perizinannya bisa diterbitkan di lokasi tersebut.
- Aturan kawasan: jam operasional, larangan jenis usaha tertentu, dan iuran pengelolaan.
4. Hitung pembiayaannya
- Kredit ruko umumnya meminta uang muka lebih besar daripada KPR rumah, dan bunganya mengikuti ketentuan bank.
- Ruko tidak termasuk program KPR subsidi.
- Jika untuk disewakan, bandingkan perkiraan sewa tahunan dengan cicilan dan biaya perawatan.
- Siapkan dana untuk renovasi interior, daya listrik tambahan, dan papan nama usaha.
Siap mulai mencari rumah?

